WONOSOBO

Telaga Menjer dan Mie Ongklok nya

Wonosobo, kota berhawa sejuk bahkan cenderung dingin yang bisa membuat orang seperti diriku merasa betah di kamar tidur dan Kota Wonosobo identik dengan Pegunungan Dieng yang kaya akan potensi wisata baik obyek wisata alam maupun wisata kulinernya.

Perjalananpun dimulai untuk menikmati sejuknya Wonosobo meskipun waktu jua yang membatasi namun kami tetap semangat untuk berwisata bersama keluarga. Berawal dari rencana kami sekeluarga mengunjungi KKN Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang di daerah Duren Sawit Wonosobo, ide untuk menghabiskan waktu hingga sore kami awali dengan melakukan perjalanan ke arah utara kurang lebih 15 kilometer dari kota Wonosobo, tepatnya ke arah Dataran Dieng, sesampainya di daerah kecamatang Garung kami tertarik untuk mengikuti papan petunjuk ke arah Telaga Menjer. Ada apakah disana ??

Pandangan kami sekejap memperhatikan Gapura PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Milik PT. Indonesia Power. Jalan ke arah telaga cukup bagus dengan aspal hotmix yang mulus dan pemandangan yang hijau-hijau, hem…sungguh adem di mata!Ada pipa besar sepanjang jalan menuju ke arah telaga, buat apakah? Pertanyaan ini baru terjawab setelah kami bertanya kepada petugas di Pos Jaga dan Pemantau, ternyata pipa tersebut berguna untuk mengalirkan air dari telaga menuju ke tempat pembangkit guna menjalankan turbin.

Sesampainya di Telaga Menjer, tersedia kantung parkir yang masih sempit, berada di halaman Pos Pemantau telaga, tetapi biasanya meskipun pada hari libur, lahan parkir tersebut masih cukup menampung pengunjung yang rata-rata hanya 50-100 orang (tidak terlalu ramai).Keberadaan Telaga Menjer ini sangat berpotensi menjadi objek wisata besar dan terkenal seperti Telaga Sarangan Di Magetan Jawa Timur. Tetapi barangkali memang dari kepemilikan Telaga ini berada di area tanah milik PLN, sehingga promosinya tidak begitu gencar. Ada imbas positif dari kurangnya promosi yakni kelestarian, keindahan, kebersihan Telaga Menjer tetap terjaga (setidaknya lebih bersih dari Telaga-telaga komersil, hehehe..istilah opo iki jal?)Untuk menikmati keelokan Telaga ini kita hanya membayar Parkir Mobil Rp. 5000,- dan Sepeda Motor Rp 2000,- Toilet Rp. 1000,-(jika kita menggunakan tentunya, hehe..) dan bebas retribusi masuk. Hem..murah juga!

Kamipun segera ingin melepas lelah di bawah pohon sambil menikmati hawa sejuk dan keindahan Telaga Menjer,Hati kami kagum melihat karya Sang Pencipta, begitu luas Telaga Menjer ini seperti sebuah mangkuk besar berisi air. Dari atas terlihat ada banyak karamba ikan (sepertinya) entah itu milik siapa, warga sekitar atau milik PLN sendiri. Ada beberapa perahu yang biasa disewakan ke pengunjung dan cukup membayar 5.000 rupiah per orang. Jika kita hendak menikmati nikmatnya ber-perahu, hendaknya kita harus berhati-hati sebab jalan menuju berlabuhnya perahu melalui jalan setapak menurun yang hanya cukup dilalui satu orang dewasa dan sangat berbahaya jika membiarkan anak-anak kita berjalan sendirian karena seandainya terpeleset dipastikan akan jatuh dari ketinggian 40 meter. Saran saya, sebaiknya tidak membiarkan anak-anak jalan sendiri, jika mampu sebaiknya digendong, jika tidak mampu ….minum jamu kuat!hehe..

Pemandangan setelah berada di dibawah, terlihat deretan tebing-tebing pegunungan membentuk relief batu yang indah. Tetapi sungguh disayangkan, masih banyak sampah yang berceceran di sana-sini. Nah, kita-kita sebagai generasi penerus, pembangun bangsa sudah sepantasnya menjaga kelestarian, keindahan lingkungan, bagaimanapun juga penerus kita selanjutnya pasti membutuhkan alam yang bersahabat.Dari bawah kita bisa lebih lama menikmati pemandangan telaga dengan menggelar tikar dan makan bersama keluarga (tapi ingat sampah harus dikumpulkan dan dibuang di tempat yang telah disediakan). Memancing juga bisa kita lakukan disana sambil menunggu sore.

Telaga Menjer sungguh ideal sebagai tempat wisata keluarga. Setelah puas menikmati keindahan telaga, kami melanjutkan perjalanan dengan berwisata kuliner menyusuri kota Wonosobo. Mie Ongklok, itulah kuliner yang paling kusuka dari Wonosobo, tepatnya di warung mie jalan ahmad yani. Ada yang khas dari mie ongklok ini yakni disajikan dengan sate sapi bumbu kacang, rasanya manis. Tetapi bagi yang tidak berkenan dengan sate sapi ini bisa menolak, karena hukumnya makan mie ongklok tidak ada unsur paksaan. Harga semangkuk mie ongklok kalo gak salah 3.000 rupiah (dilihat dari angka2 yang diketikkan penjual di kalkulator)Sepuluh tusuk sate sapi harga 10.000, Tempe kemul/mendoan/gorengan 1.000 rupiah, cireng (aci digoreng) sebungkus (isi 10 biji)2.500 rupiah. Dengan hanya 80 ribu sekeluarga 7 jiwa bisa merasakan kenyang.

Bagaimanakah cara membuat bumbu Mie Ongklok ini? Dari data informasi yang kami kumpulkan tidak terlalu jelas, bagi yang mempunyai resep mie ongklok mohon sudi kiranya mengirim email ke desano_a@yahoo.com, informasi dari anda sangat kami butuhkan dan bisa membuat mie ongklok lestari, hehe…Hidup Mie ongklok, I Lope You Pull. Mie Ongklok adalah Mie kuning/mie jawa yang disajikan dengan kuah kental dari tepung tapioka/kanji/aci dengan ditambahi daun kol dan daun kucai. Bagi yang suka pedas bisa ditambahi dengan cabe rawit dan bubuk merica. Hem…mantap…

Wisata alam…puas, wisata kuliner…kenyang, kemudian kami melanjutkan perjalanan pulang ke Semarang, tetapi sesampainya di kota temanggung mampir dulu di alun-alun (lapangan publik), sudah kebiasaan kami selalu mengunjungi alun-alun di setiap kota yang kami lalui (jika memungkinkan…..mungkin punya uang…mungkin masih sore…mungkin lain-lain??).Ada Wedang ronde/skoteng yang bisa kita nikmati , lumayan untuk penghilang rasa dingin yang mulai menyergap saat malam tiba. Ada yang lain dari wedang ronde di Temanggung, yaitu adanya emping manis dan ditambahi susu kental manis. Sungguh beda dengan wedang ronde yang biasa kami jumpai di kota semarang. Tetapi begitulah Lain Ladang Lain Ilalang, lain daerah lain pula adatnya, dan masing-masing penjual makanan berhak melakukan inovasi-inovasi guna memikat pelanggan.

Wisata kali ini kami hanya bisa menceritakan sesederhana mungkin, barangkali dari anda bisa bertukar pengalaman dengan kami.

ASA DARI HATI YANG KERDIL

Sebuah Asa
Meski jauh tak mampu kugapai
Meski rasa telah memudar
Meski janji telah tertunda
Meski Asa sebatas asa

Hati tetap berharap
Hati Tak pernah lelah
Hati selalu gundah

Nun jauh disana,Kau telah bahagia
Nun jauh disana, Kau telah melupakan episode tawa

Disini, aku bergelut dengan rasa
Disini, aku mengabaikan logika
Disini, aku memendam lara
Disini, aku terbangun dari kayalku

Miimpi buruk yang kupendam bertahun lamanya
Tuk mengucap kata Maaf
Tak tersampaikan, terhalang pintu jalinan yang tertutup

Kutebar mata mencari berita
Kuredam hati tuk menuai janji
Kusiksa rasa hampir satu dasa warsa
Tak pernah lelah hati ini berucap "aku telah memafkanmu ..."

Kini asaku hampir pupus
Kini asaku hampir memudar

Janjimu yang membuatku kuat
Sepotong kata darimu...
"kuberikan sayangku sampai kapanpun untukmu"
Terucap lirih dari bibir yang letih

Inspirasi : Rekan Kerjaku

PROSEDUR PERKAWINAN ANTAR AGAMA

Prosedur Perkawinan antar Agama


Tata cara pelangsungan perkawinan campuran antar agama ini diatur dalam pasal 7 GHR pasal 7 ayat 1 Undang-Undang ini menentukan bahwa untuk menyelenggarakan suatu perkawinan campuran sebelumnya harus sudah terbukti bahwa si calon istri telah memenuhi syarat untuk dapat kawin yang persyaratannya ditentukan oleh hukum yang berlaku bagi calon istrinya itu. Jadi kalau perempuan itu Kristen diperlukan umur yang cukup untuk kawin dan izin kawin kalau belum cukup umur sedangkan bagi perempuan Islam yang akan melangsungkan perkawinan campuran harus dipenuhi adanya wali dan saksi.

Pasal 7 ayat 3 menentukan persayaratannya yang harus dipenuhi oleh mempelai perempuan yakni jika :
a. Perempuan yang beragama Islam
1. Harus ada surat keterangan dari Kantor Urusan Agama (KUA).
2. Apabila Kantor Urusan Agama menolaknya, maka ia dapat meminta keputusan dari Pengadilan Negeri sepanjang Pengadilan berpendapat bahwa penolakan KUA ditinjau dari segi hukum positip tidak beralasan.
b. Perempuan yang beragama Kristen
1. Harus ada surat keterangan dari Kantor Catatan Sipil (KCS).
2. Apabila KCS menolaknya, maka ia dapat meminta keputusan dari Pengadilan Negeri sepanjang Pengadilan Negeri berpendapat bahwa penolakan KCS ditinjau dari segi hukum positip tidak beralasan.

Sumber : Kawin Lari Dan Kawin Antar Agama, Sution Usman Adji, S.H , Liberty Yogyakarta